Lesung merupakan salah satu teknologi yang berasal dari masa lalu. Sebagai teknologi tradisional, lesung digunakan sebagai alat untuk membantu pekerjaan di bidang pertanian, yaitu menumbuk padi menjadi beras. Di zaman yang sudah modern dan serba baru ini, masyarakat mulai menggantikan penggunaan lesung untuk menumbuk padi. Masyarakat menggantikannya dengan gilingan yang lebih mudah dan efisien. Kini lesung pun mengalami perubahan fungsi yang tadinya untuk alat pertanian menjadi sarana kesenian.
Kesenian dengan lesung ini dinamakan Gejog Lesung. Gejog sendiri memiliki sebutan lain yaitu “kothekan” yang berarti memukul-mukul. Maka Gejog Lesung juga diartikan sebagai memukul lesung. Gejog lesung adalah seni musik yang dimainkan dengan meracik irama dan suara dari lesung dengan memukulnya menggunakan alu atau penumbuknya. Pertunjukan Gejog Lesung juga disertai dengan penyanyi. Pemain Gejog Lesung bisa pria atau wanita.
Di Kalurahan Selomartani terdapat kelompok pelaku seni Gejog Lesung. Kelompok ini berada di Padukuhan Kledokan dengan nama Gejog Lesung Tjipto Sworo. Kelompok ini dikelola oleh bapak Prayitna yang juga menjadi pengarah saat latihan. Pemilihan nama Tjipto Sworo ini pun memiliki latar belakang. Kata “tjipto” berasal dari nama pemilik lesung itu sendiri yaitu Mbah Tjipto yang sudah almarhum. Diceritakan bahwa lesung ini pun sudah berusia hingga ratusan tahun lamanya. Kemudian karena lesung tersebut sudah lama sekali tidak digunakan lagi, masyarakat memutuskan untuk memanfaatkan lesung tersebut agar bisa bunyi kembali atau bersuara. Dari situlah kata “sworo (swara)” berasal, yang bermaksud agar lesung tersebut kembali berbunyi atau bersuara.
Gejog Lesung Tjipto Sworo memiliki jadwal latihan yang rutin setiap malam Kamis atau Hari Rabu Malam, di RT 04. Anggota kelompok kebanyakan adalah lansia, baik pria maupun wanita. Perlengkapan yang dimiliki diantaranya lesung dan 7 buah alu. 7 alu ini digunakan saat latihan, sementara saat pertunjukan dideuaikan dengan ketentuan berapa orang. Kelompok Gejog Lesung ini sering mengadakan pertunjukan di berbagai acara, misalnya acara kelurahan, di hotel, dan sebagainya. Kelompok ini juga sering menikuti perlombaan Gejog Lesung, misalnya ke Kabupaten Klaten. Terkadang Gejog Lesung Tjipto Sworo juga menampilkan Ketoprak Lesung.