Secara bahasa, “bregodo (bregada)” sendiri memiliki arti prajurit atau golongan prajurit. Golongan prajurit ini merujuk pada prajurit keraton yang merupakan pasukan pengawal. Prajurit ini berupa pasukan yang bertugas untuk menjaga wilayah dari serangan musuh dan menjaga keamanan. Dalam perkembangan masyarakat, bregodo kemudian diadopsi oleh masyarakat luas sebagai pasukan prajurit dengan tujuan pelestarian budaya sebagai suatu kesenian. Kesenian bregodo berupa iring-iringan pasukan atau kirab (parade) yang berfungsi sebagai hiburan dan menambah kemeriahan. 

Dalam barisan bregodo atau prajurit ini juga terdapat peran masing-masing. Pasukan bregada terdiri dari manggala, pembawa bendera, prajurit, dan pemain musik. Manggala berjalan di barisan paling depan sebagai pemimpin barisan, kemudian diikuti oleh pembawa bendera, kemudian di belakangnya adalah barisan prajurit, dan yang paling belakang adalah pemain musik. Kriteria jumlah pasukan bregodo sebenarnya juga mengikuti aturan militer seperti jumlah peleton, misalnya 30 orang. Tetapi dalam kesenian bregodo yang tujuannya untuk hiburan dan meramaikan acara, jumlah pasukannya bisa lebih dari 30 orang.  

Di Kalurahan Selomartani sudah berdiri beberapa paguyuban bregodo, salah satunya adalah Paguyuban Bregodo Gotri Seloaji yang berada di Padukuhan Kledokan. Anggota nya berasal dari Dusun Kledokan RW 02. Nama paguyubannya pun memiliki makna yang mencerminkan masyarakat. Kata “Gotri” berasal dari kata “go (ga)” (dari aksara Jawa) dan “tri”. “Go (ga)” ini diambil huruf G nya, dan “tri” berarti tiga, maka “Gotri” diartikan sebagai 3G. Di sini 3G merujuk pada semboyan masyarakat RW 02 yang berarti Guyub, Greget, dan Gayeng. Sedangkan “Seloaji” diambil dari “Selo” dan “Aji”. “Selo” diambil karena paguyuban ini berada di wilayah Selomartani, dan “Aji” diartikan sebagai sesuatu yang istimewa. 

Paguyuban bregodo ini berdiri pada tahun 2014. Awal pendirian paguyuban ini adalah dalam rangka acara jalan sehat sebagai hiburan dan mengisi acara untuk menyambut tamu, misalnya kedatangan bupati. Dari kegiatan-kegiatan tersebutlah pada akhirnya paguyuban bregodo ini berdiri dan terus berkegiatan hingga sekarang. Acara-acara yang pernah diikuti diantaranya terlibat dalam acara merti dusun di padukuhan-padukuhan, membantu acara Suran Ki Ageng Singokerti di Padukuhan Grumbulgede, ikut dalam adat Sadranan, Hari Jadi Kalurahan, dan acara-acara lainnya. Bahkan Paguyuban Bregodo Gotri Seloaji sempat menjadi pengiring kirab api obor dalam rangkaian acara Asian Games 2018. 

Dalam kesenian bregodo, perlengkapannya juga mengacu pada perlengkapan-perlengkapan prajurit bregodo. Perlengkapan ini diantaranya pakaian, senjata, dan alat musik. Paguyuban Bregodo Gotri Seloaji sudah memiliki perlengkapan sendiri yang juga disewakan. Pakaian bregodo terdiri dari blangkon, topi, baju, kamus dan timang, jarik, celana, dan sepatu. Kemudian senjatanya ada pedang, keris, dan tombak. Untuk alat musik apabila mengikuti standar Keraton, terdiri dari tambur, bendhe, ketipung. Sementara untuk alat musik yang lebih modern bisa menggunakan bass drum, drum tom tom, snare drum, bendhe, dan simbal. Alat musik tiup juga digunakan contohnya terompet dan seruling. Perlengkapan lain yang digunakan adalah bendera.