Sebagai masyarakat Jawa yang tidak meninggalkan tradisi, masyarakat di Kalurahan Selomartani masih sering mengadakan acara Merti Desa. Tradisi merti ini selalu diadakan rutin tiap tahunnya. Padukuhan yang rutin mengadakan merti desa diantaranya Padukuhan Pondok, Padukuhan Gatak, Padukuhan Trukan, dan padukuhan lainnya. Hari pelaksanaan Merti Desa tidak selalu sama, tanggalnya bisa berbeda-beda sesuai kesepakatan masyarakat. Umumnya pelaksanaan acara merti dilakukan setelah panen. Perayaan merti desa ini memiliki makna berupa ungkapan rasa syukur atas melimpahnya hasil panen yang didapatkan oleh masyarakat.
Merti Desa juga menjadi sebuah sarana untuk melestarikan kebudayaan di masyarakat. Perayaan ini diikuti oleh semua kalangan masyarakat, baik yang muda maupun yang tua, atau bahkan dari masyarakat pendatang. Masyarakat akan mengenakan pakaian adat selama perayaan berlangsung. Perayaan merti juga akan diiringi dengan pertunjukan kesenian-kesenian tradisional. Kesenian yang ditampilkan antara lain bregodo, tari-tarian tradisional, dan jathilan. Bregodo atau prajurit ini akan mengiringi gunungan Merti Desa yang berisi hasil panen, diantaranya sayur, buah, rempah, dan sebagainya. Gunungan akan diarak mengelilingi satu kampung menuju tempat perayaan berlangsung misalnya ke lapangan desa, kemudian masyarakat akan berebut isi gunungan.


