Brokohan berasal dari bahasa Arab “barakah” yang berarti berkah. Tradisi Brokohan juga bermakna sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran bayi dan kelancaran atau keselamatan persalinan. Brokohan adalah tradisi masyarakat Jawa yang dilaksanakan setelah seorang bayi lahir di dunia. Dalam pelaksanaan tradisi Brokohan, perayaan dimulai dengan doa bersama untuk keselamatan bayi dan ibunya. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian among-among kepada warga. Keluarga akan mengadakan makan bersama dengan warga yang hadir. Masakan yang dihidangkan pada saat kenduri Brokohan diantaranya, peyek, sego gurih, kerupuk, tempe, dan ayam. Tetapi seiring berkembangnya zaman, masyarakat juga sering membagikan among-among berupa bahan mentah. Isi dari among-among ini diantaranya beras, kerupuk, bawang, cabai, juga kacang panjang.