Gobak sodor adalah suatu permainan tradisional yang masih berkembang di masyarakat. Gobak sodor juga dianggap sebagai olahraga tradisional karena umumnya diadakan pertandingan untuk mencari pemenang. Dalam gobak sodor juga membutuhkan kekuatan dan banyak bergerak, sehingga dapat dianggap sebagai aktivitas fisik. Gobak sodor juga disebut sebagai permainan galah asin atau galasin. Biasanya pertandingan gobak sodor sering diadakan di acara-acara festival budaya, peringatan hari kemerdekaan, dan lainnya.
Permainan gobak sodor adalah permainan beregu yang terdiri dari regu atau tim penyerang dan tim penjaga. Gobak sodor memerlukan sebuah arena untuk menempatkan tim penjaga. Dalam pertandingannya, tim penyerang harus melewati arena yang dihalangi oleh tim penjaga. Tim penyerang yang akan melewati arena tidak boleh sampai tersentuh oleh tim penjaga. Para penyerang harus melewati arena dan kembali lagi ke tempat awal tanpa tersentuh. Jika ada pemain dari tim penyerang yang tersentuh, maka mereka dikatakan gagal dan akan bertukar posisi dengan tim penjaga.
Sebagai permainan olahraga, gobak sodor akan melatih kekuatan fisik dan ketangkasan. Dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh akan menjadi sehat. Dalam gobak sodor pun dapat melatih kekompakan dan kerja sama. Rekan satu tim akan berusaha saling mengecoh tim lawannya agar bisa melewati penjaga, atau sebaliknya penjaga yang memegang penyerang. Dalam permainan ini memerlukan koordinasi dan strategi untuk dapat menjadi pemenang.
Ilustrasi Arena Gobak Sodor
Zona Awal

Pemain penjaga dapat memposisikan diri di setiap garis horizontal dan garis vertikal di tengah. Pemain penyerang berdiri di zona awal.
Persiapan :
– Buat garis arena gobak sodor, bisa menggunakan kapur
– Jumlah petak arena gobak sodor umumnya 6 petak, tetapi ada juga yang 8 petak
– Bentuk regu untuk tim penyerang dan tim penjaga
– Dalam satu tim dapat terdiri dari 3 – 5 orang tergantung arena (ada yang hingga 7 orang)
Peraturan Pertandingan :
– Tim penjaga memposisikan diri di arena
– Tim penyerang berdiri di wilayah awal arena (di luar garis batas)
– Tunggu aba-aba mulai untuk tim penyerang mulai bergerak
– Tim penyerang berusaha melewati para penjaga tanpa tersentuh
– Penyerang bisa lewat mana saja di dalam garis arena
– Setelah berhasil melewati ujung arena, penyerang harus kembali melewati arena
– Penyerang harus kembali ke wilayah awal tanpa tersentuh pula
– Apabila ada penyerang yang tersentuh penjaga, maka pemain bertukar posisi menjadi penjaga
– Pertandingan biasanya diberi waktu 2 x 10 menit
*Jika di akhir pertandingan tidak semua penyerang berhasil melewati penjaga, pemenang ditentukan dengan poin terbanyak dari tiap tim, berapa banyak pemain yang berhasil melewati arena sebagai penyerang. Penyerang yang berhasil melewati garis belakang arena mendapat 1 poin, dan pemain yang bisa kembali melewati arena ke wilayah awal (garis depan) mendapat 1 poin lagi.