Desa Selomartani awalnya merupakan penggabungan dari lima (5) Kelurahan Lama yang membentang dari wilayah barat hingga ke timur (Istilah Jawa : Banjar Dowo). Adapun kelima Kelurahan Lama tersebut adalah : Kelurahan Pulesari, Krendosari, Ringinsari, Tunjungsari dan kelurahan Tlatarsari.
Kelurahan Pulesari meliputi padukuhan : Sambirejo, Sindon, Kauman dan Demangan
Kelurahan Krendosari meliputi padukuhan : Grumbulgede, Salakan, Ngrangsan
Kelurahan Ringinsari meliputi padukuhan : Jetak, Trukan, Surokerten, Kaliwaru
Kelurahan Tunjungsari meliputi padukuhan : Kledokan, Gatak I, Gatak II, Kiyudan
Kelurahan Tlatarsari meliputi padukuhan : Ngasem, Pondok, Senden I, Senden II, Timur
Pada tahun 1948, Daerah Istimewa Yogyakarta menorehkan sejarah dengan cara penggabungan beberapa Kelurahan Lama menjadi satu sehingga dari beberapa gabungan Kelurahan Lama tersebut pada waktu itu menjadi daerah otonom.
Salah satu hasil penggabungan Kelurahan Lama tersebut adalah Kelurahan Selomartani, yang pada waktu itu dipimpin oleh seorang lurah yang bernama Suradikun. Untuk mengenang hal tersebut pada waktu itu Lurah Selomartani diberi nama tambahan Selowinoto, sehingga nama lurah pertama Kelurahan Selomartani lebih dikenal dengan nama Selowinoto.
Yang bersangkutan memimpin Kelurahan Selomartani antara tahun 1946 sampai dengan 1972.Sampai dengan saat ini (tahun 2021),
Kelurahan/Desa Selomartani telah mengalami beberapa kali pergantian Lurah/Kepala Desa, yaitu :
- Selowinoto menjabat antara tahun 1946 s.d. 1972
- R. Sudibyo menjabat antara tahun 1973 s.d. 1995
- H. Ichsanudin menjabat antara tahun 1996 s.d. 2004
- Nur Widayati menjabat antara tahun 2004 s.d. 2021
- Sigit Tri Suhartoyo menjabat antara tahun 2021 s.d. 2027