
Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Selomartani telah menyelenggarakan musyawarah kalurahan untuk menyepakati data kemiskinan / Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Semester 2 tahun 2025 Kalurahan Selomartani pada hari Kamis, 23 Oktober 2025 di Aula Kalurahan Selomartani. Musyawarah kalurahan dibuka oleh Ketua Panitia, Joko Suwito (Sekretaris BPKal Selomartani) dan dihadiri oleh Panewu Kalasan (Samino, S.IP., M.Ec.Dev.), Lurah Selomartani (Sigit Tri Suhartoyo), segenap Pamong Kalurahan Selomartani, anggota BPKal, Selomartani, Ketua LPMKal (Drs. Siswandi), perwakilan tokoh masyarakat (H. Hidayat, S.Pd.I.), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa, Pendamping PKH, perwakilan KK Miskin dan KK Rentan Miskin. Tujuan muskal kali ini adalah menyepakati DTKS yang akan diusulkan untuk tahun 2026. Berdasarkan hasil musyawarah padukuhan yang dilaksanakan di 20 padukuhan akhirnya disepakati bahwa jumlah KK Miskin berkurang dari 433 KK pada semester 1 menjadi 402 KK pada semester 2 tahun 2025 (berkurang 31 KK), namun terdapat 22 KK usulan baru untuk dimasukkan dalam KK Miskin sehingga jumlah KK Miskin yang diusulkan menjadi 424 KK. Berdasarkan hasil musduk di 20 padukuhan tersebut diketahui bahwa pada akhir tahun 2025 (bulan Oktober) angka kemiskinan di Kalurahan Selomartani menjadi 8,59% atau mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya pada angka 9,02%. Hal ini sejalan dengan target kinerja Lurah Selomartani yang akan menurunkan jumlah KK Miskin minimal 5 KK pada tahun 2025 ini.