Dam Pete terletak di Padukuhan Ngasem, Selomartani, Kalasan, Sleman. Struktur Dam Pete adalah struktur yang dibangun untuk membendung Sungai Pete dan air yang dibendung kemudian disadap ke saluran irigasi. Struktur dam terbuat dari bahan beton dan lapisan luar dilapisi dengan batu kali. Dam Tempur memiliki dua saluran irigasi yang berada di sebelah barat dan timur. Struktur Dam Pete memiliki tiga pintu air yang terbuat dari bahan logam. Pintu digerakkan dengan cara memutar batang ulir. Pintu tersebut memiliki tinggi 2 m , lebar 9,25 m, dan panjang 25,5 m. Dua pintu air berfungsi sebagai pintu masuk saluran irigasi. Sementara satu pintu lain berfungsi sebagai saluran pelimpah endapan supaya endapan yang terbawa arus tidak menumpuk di kedua pintu saluran air. Untuk saluran irigasi sebelah timur, air masuk ke dalam sebuah saluran tertutup yang ada berada di atas bendung. Pada dinding dam, terdapat prasasti marmer yang terbaca sebagai berikut :
S.O. RANDOE GOENTING
TJANDISEWOE
DAM PETE
1924
Berdasarkan prasasti yang ada, dam tersebut dibangun pada tahun 1924 oleh Suikeronderneming atau perkebunan tebu Randugunting. Perkebunan tebu tersebut merupakan bagian dari Koloniale Bank yang diakusisi dari A.F. Klaring pada tahun 1895.
Pada awal bulan Agustus tahun 1924, di rumah Residen Yogyakarta diadakan pertemuan antara pihak Koloniale Bank (yang diwakili oleh Van Holst Pellekaan, Mac Donald, dan Hellendoorn) dengan asisten residen, controleur Yogyakarta, bupati Sleman, Bupati Kalasan, dan dr. Offringa dari Rumah Sakit Petronella. Pertemuan tersebut membahas tentang rencana Koloniale Bank yang akan membagikan sebagian keuntungan pabrik gula milik mereka (PG Randungunting, PG Medari, dan PG Sendangpitu) untuk sejumlah kegiatan pembangunan sosial masyarakat di Yogyakarta. Beberapa kegiatan yang dimaksud yakni pendirian bank desa untuk usaha peternakan, pendirian Ambatchschool atau sekolah pertukangan di Sleman, perbaikkan rumah sakit pembantu di Medari dan Bedoyo, pendirian balai pertemuan desa, serta pembangunan beberapa bendung permanen untuk masyarakat.
Salah satu program sosial Koloniale Bank, yakni pembangunan bendung permanen, dilatari oleh belum tersedianya sarana irigasi di wilayah Sleman timur. Selama itu, air untuk ladang penduduk masih mengandalkan air hujan atau bendung semi-permanen yang harus berulangkali diperbaiki jika diterjang banjir. Salah satu bendung yang dibangun adalah Dam Pete. Selain untuk kepentingan masyarakat, saluran irigasi tersebut juga digunakan untuk mengairi ladang tebu milik pabrik gula Randugunting.
Struktur Dam Pete telah ditetapkan sebagai struktur cagar budaya dengan SK Bupati Nomor 79.22/Kep.KDH/A/2021 tahap XXIV tanggal 27 Desember 2021.
StatusĀ Kepemilikan/ Pengelolaan : Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman