Wayang orang merupakan salah satu kesenian tradisional yang bertahan di Kalurahan Selomartani. Wayang orang juga disebut sebagai wayang wong. Sesuai namanya, wayang orang merupakan sebuah kesenian yang menampilkan pertunjukan wayang, dengan diperankan oleh manusia dan pertunjukannya merupakan pertunjukan drama. Di Padukuhan Kledokan terdapat kelompok wayang orang yang bernama Wayang Orang Manunggal Budoyo. Kata “manunggal” berarti menjadi satu. Maka “manunggal budoyo” berarti kebudayaan yang menjadi satu. Nama tersebut didasarkan dari banyaknya kesenian di Kalurahan Selomartani, yang mana kesenian-kesenian tersebut juga ditampilkan dalam pertunjukan wayang orang, misalnya tarian dan karawitan. 

Kelompok wayang orang ini banyak mengikuti kegiatan budaya, antara lain hari jadi kalurahan, merti desa, peringatan kemerdekaan, dan lainnya. Begitu pula pementasan Wayang Orang Manunggal Budoyo akan mengikuti tema dari acara yang diikutinya. Lakon-lakon yang diperankan akan disesuaikan, misalnya pada saat acara merti desa akan diperankan lakon yang berkaitan dengan panen atau bertani. Pementasan wayang orang juga memerlukan perlengkapan pendukung, diantaranya gamelan, background, kostum, sound system, lighting, dan panggung. Kemudian orang yang melaksanakan peentasan diantaranya peraga / paraga, wiyaga (penabuh gamelan), dhalang, dan waranggana (penyanyi / pesinden). Anggota yang melakukan pementasan juga bervariasi tergantung lakon yang dimainkan, misalnya 15 orang (tokoh) dan sebagainya. Anggotanya ada yang masih remaja hingga yang tua. 

Dalam pementasan wayang orang, para peraga akan memakai kostum yang disesuaikan dengan tokoh wayang. Begitu pula make-up nya juga akan mengikuti tokoh wayangnya. Contoh make-up yang digunakan adalah apabila wayang tersebut memiliki watak jahat, maka menggunakan make-up warna merah untuk wajahnya. Kemudian pada memperagakan, posturnya juga mengikuti tokohnya. Apabila tokoh tersebut berwatak baik, maka diperankan dengan posisi kepala menunduk untuk menggambarkan kerendahan hati. Sementara untuk tokoh-tokoh yang memiliki watak jahat diperankan dengan postur yang mencolok dan posisi kepala mendongak menggambarkan kesombongan. Pertunjukan wayang orang ini memiliki filosofi tentang kehidupan manusia. Wayang itu sendiri berasal dari kata “bayang” yang memiliki makna bayangan hidup manusia.