Sinoman adalah sebutan bagi para muda-mudi di desa yang membantu secara sukarela dalam suatu acara. Sinoman biasanya dilakukan saat seseorang sedang punya “gawe” misalnya seperti pesta atau perayaan, kenduri, juga tahlilan. Di Kalurahan Selomartani, Sinoman umumnya dilakukan oleh para muda-mudi karang taruna. Generasi tua umumnya menghadiri suatu acara tersebut, sementara generasi mudanya membantu berjalannya acara. Biasanya karang taruna akan mengadakan sinoman apabila tuan rumah yang sedang menggelar acara misalnya pernikahan belum menggunakan jasa wedding organizer, sehingga tuan rumah membutuhkan bantuan dari para muda-mudi. Padukuhan Pondok menjadi salah satu padukuhan di Kalurahan Selomartani yang masih semangat dalam mengusung adat sinoman. Muda-mudi akan senang membantu sinoman apabila ada warganya yang membutuhkan bantuan tenaga. Warga padukuhan Pondok sangat mengusung solidaritas dan gotong royong dalam bermasayakat, misalnya dalam lingkungan RT/RW hingga padukuhan.
Sinoman juga biasa disebut sebagai laden. Masyarakat biasanya menyebut sebagai pergi nyinom atau pergi laden. Kata “laden” sendiri berarti meladeni atau juru ladi. Maka “laden” diartikan sebagai orang yang meladeni tamu saat diselenggarakan suatu acara. Orang sinoman atau laden biasanya akan membantu mengeluarkan hidangan. Para laden akan membagikan makanan dan minuman kepada para tamu, sehingga tuan rumah tidak kesulitan selama acara berjalan. Begitupun tujuan dari sinoman atau laden ini adalah untuk mempererat silaturahmi sesama warga masyarakat dan saling membantu.