Ujung adalah salah satu tradisi yang dilakukan saat Hari raya Idul Fitri. Tradisi ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat Kalurahan Selomartani. Ujung di sini adalah tradisi dalam bahasa Jawa, yang secara bahasa berarti “ngabekti sarana ngambung sarta nyembah dhengkul” atau berbakti dengan mencium dan menyanjung lutut. Secara konteks, tradisi Ujung berarti menghormati, berbakti, dan melakukan sungkeman (sungkem) kepada saudara, tetangga, maupun orang-orang yang dihormati. Dari hal tersebutlah makna menyanjung lutut bisa diketahui, bahwasanya dalam melakukan sungkem, posisi orang yang disalami berada dalam posisi duduk, sementara yang menyalami berada dalam posisi berjongkok menghadap lutut.
Saat Hari raya Idul Fitri, masyarakat melakukan sungkeman untuk saling meminta maaf atas semua perbuatan yang dilakukan. Sungkeman biasa dilakukan kepada keluarga, orang tua, saudara, tetangga, sesepuh di desa, tokoh agama, dan tokoh-tokoh lain yang dihormati. Tradisi ini sudah turun temurun berjalan. Biasanya masyarakat akan bertamu rumah ke rumah untuk saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafan.
