Kalurahan Selomartani kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kearifan lokal melalui penyelenggaraan adat tradisi “Nyadran Makam Kauman”. Kegiatan yang diinisiasi oleh Panitia Pametri Budaya ini berlangsung khidmat dan meriah selama dua hari, yaitu pada hari Jum’at dan Sabtu, 13-14 Februari 2026, bertempat di kawasan Makam Kauman, Selomartani, Kalasan, Sleman. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk melestarikan warisan budaya leluhur, mempererat rasa kekeluargaan dan gotong royong antar-ahli waris, serta menumbuhkan rasa cinta budaya pada generasi muda di tengah arus perkembangan zaman.

Rangkaian tradisi dimulai pada hari pertama, Jum’at (13/2), dengan agenda nyekar atau ziarah kubur. Pada momen ini, para ahli waris berkumpul bersama untuk melantunkan pembacaan doa Tahlil bagi para leluhur yang telah dimakamkan di Makam Kauman. Memasuki hari kedua, Sabtu (14/2), suasana berubah menjadi sangat meriah dengan digelarnya Kirab Budaya Nyadran Makam Kauman. Kirab ini diikuti oleh sekitar 750 hingga 1.000 peserta yang berasal dari delapan dusun di sekitar Padukuhan Kauman, meliputi Dusun Kauman, Pulerejo, Sidodadi, Sambirejo, Samberembe, Bolo, Sidorejo, dan Bulusawit. Selain itu, kemeriahan acara juga turut didukung oleh kehadiran 25 UMKM setempat yang ikut berpartisipasi. Rombongan kirab berjalan menempuh rute sepanjang kurang lebih satu kilometer, dimulai dari Dusun Sidodadi menuju Dusun Pulerejo, hingga berakhir di Makam Kauman.

Dalam iring-iringan kirab tersebut, masing-masing dusun menampilkan kreasi gunungannya sendiri, sehingga total terdapat tujuh buah gunungan yang diarak. Suasana kirab menjadi semakin riuh dan semarak berkat penampilan kesenian Gedrug persembahan khusus dari warga Dusun Sidodadi. Setibanya di lokasi makam, seluruh gunungan dan sesaji secara simbolis diserahkan oleh pemimpin kirab kepada Bapak Ngadiyono selaku Juru Kunci Makam Kauman untuk ditempatkan di area yang telah disediakan. Sebelum prosesi utama dimulai, acara diisi dengan sambutan hangat dari Ketua Panitia Bapak Dwi Susanto yang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, serta sambutan apresiatif dari Kamituwa Kalurahan Selomartani Bapak Maryana. Apresiasi tinggi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan yang diwakili oleh Kepala Seksi Adat Tradisi, Ibu Wiwiek Diani Wijayanti, S.Sn, yang menitipkan pesan penting agar adat tradisi luhur seperti ini dapat terus dijaga eksistensinya oleh masyarakat.

Sebagai puncak acara, seluruh peserta kirab mengikuti prosesi pembacaan doa bersama dengan khidmat yang dipimpin langsung oleh Bapak Ngadiyono. Segera setelah doa bersama selesai dikumandangkan, tradisi ritual ditutup dengan aksi rebutan gunungan oleh warga masyarakat yang hadir. Kemeriahan prosesi rebutan gunungan ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas berkah Tuhan Yami Maha Esa, tetapi juga mencerminkan keharmonisan, kerukunan, dan semangat kebersamaan warga Selomartani yang tetap terjaga dengan erat.